Tuesday, 27 September 2016

SINGAPORE NEVER FAILS special edition : Do something special

Seminggu di Singapore itu bisa bikin saya berubah jadi Singaporean. Dan lucunya gitu. Kita kalau di negara sendiri mungkin jorok, gak tertib. Tapi begitu di negara orang, mendadak tertib dan buang sampah pada tempatnya. Berhubung tiap kali saya ke Singapore tidak pernah cuma 1 atau 2 hari, kali ini saya jalan - jalan dengan kegiatan yang agak berbeda sedikit. 

Durian ( King Fruit )
Salah satunya, makan durian di Hougang. Sepupu saya bilang, kalau dia hampir tiap hari makan durian disini, karena gak mau makan nasi di malam hari. Sampai - sampai si pedagang durian bilang jangan - jangan sepupu saya naksir dia. Ya kaleeee pak..! ckckckck.. saya tidak tau jenis durian yang dijual oleh si pedagang. Tapiiii... duriannya enak..! ahahahaha... beda dengan durian montong. Biasanya, kalau makan durian montong, saya cuma sanggup makan maksimal 2 potong durian. Sedangkan, saat saya makan durian di Hougang, entah berapa banyak potong durian yang saya makan malam itu. Termasuk sahabat saya, yang mengklaim diri " gak doyan durian ".. tapi ternyata makan banyak juga. Yang bikin saya kuat makan durian di Hougang, adalah karena ukuran potongan duriannya tidak sebombastis ukuran Durian Monthong. Bijinya besar - besar, dagingnya tidak terlalu gemuk dan tebal. Kalau saya gambarkan, rasa dan teksturnya macam kalau kita makan durian medan. Rasa duriannya pun tidak monoton. Jadi sama sekali tidak terasa bosan di lidah saat dimakan. Sedangkan sahabat saya berkomentar : " This is the first time ever in my life, i ate so many durians! " Hahaha... dia bahkan bilang duriannya macam tidak berbau, gak bikin eneg dan fine - fine aja makan durian. Bahkan pada saat pulang, dia bilang ke saya, " gue gak berasa kayak abis makan durian lho ". Good deh. 

Dear my best friend, if you read this blog ( and if God & money allows ), then on December 2017, kita fix makan duren lagi ya ccyyyiinnnn... ahahahahaha,...siapkan perutmu kawan!

Sehabis makan durian, kami pun bubar jalan. Tapi baru juga melangkah, kami melipir ke foodcourt dan beli Fried Wanton. Apa itu fried wanton? Fried wanton itu semacam pangsit goreng, tapi yang kami beli, ukuran pangsitnya mini - mini alias bite size. Dan isinya daging babi. Sooo yummy and oily. Tapi justru itu kan yang enak? yang berminyak dan garing. Hehehehe.. Kami pun berpisah di MRT. Sepupu saya kembali ke Punggol, saya dan sahabat saya balik ke Tanjong Katong. Sepanjang jalan, kami cek jadwal bioskop. Jadi pada saat kami makan durian, sahabat saya bilang, dia belum nonton film korea " Train To Busan". Dia penasaran, karena katanya menang banyak penghargaan dan filmnya bagus, walau temanya Zombie. Berhubung saya suka cablak kalau ngomong, spontan saya bilang, " ya udah. Besok aja kita nonton itu Train To Busan. Gue juga penasaran. ". Jadilah kami malam itu begitu tiba di penginapan mencari informasi tentang lokasi Bioskop dan harganya. Saya hanya tahu 2 besar bioskop di Singapore, yaitu Golden Village dan Cathay. Kami cek lokasi dan jam yang cocok. Berhubung kami malas bangun pagi, jadi kami cari yang waktu tayangnya siang menjelang sore, dan areanya dekat dengan sepupu saya kerja. Karena rencananya kami akan makan malam bareng. Pilihan jatuh di Cathay Cinema AMK Hub. Kami pilih yang show jam 13.40. 

Our Meals
Esok hari, kami bangun agak siang. Kami tidak beli sarapan di Hawker Center, malah bikin oatmeal dan makan yoghurt. Sehat bukan? Saya juga kagum dengan diri saya sendiri, sanggup gitu makan sehat hanya oatmeal buatan sahabat saya dan yoghurt sebagai penutup. Setelah mandi dan sarapan, kami pun berangkat ke AMK Hub. Kami tiba masih terlalu awal. Jadi kami beli tiket dulu, lalu cari makan siang.
Berhubung saya dan sahabat ini pencinta drama korea, jadi kami pun makan siang ala Kdrama. Kami makan sandwich SUBWAY. Bagi pecinta drama korea, rasa - rasanya pasti bosen liat si subway selalu muncul di setiap Kdrama. Tapi karena penasaran, saya tetap beli sandwich tsb. Sampai saya posting di IG " eat like a kdrama ". Sayangnya gak ada yang besar macam sandwich di Kdrama. Tapi cukup bikin kenyang, karena kami memang gak niat makan nasi. Karena nanti malam, kami akan makan cukup banyak. Kami pesan sandwich isi Ham dengan Oregano parmesan bread. Oh my God..this is my kind of happiness! Rasa sandwichnya saya banget! suka banget dengan sandwich Subway.

Ham & Cheese Subway Sandwich
Setelah kenyang, kami muter - muter mall dulu, karena waktu putar film masih cukup lama. Sekitar jam 13.15, kami balik lagi ke bioskop dan ambil pesanan popcorn kami, setelah itu masuk ke teater. kalau di Jakarta, namanya Studio Teater bisa diliat pintu masuknya bahkan dari tempat kita beli tiket. Namun di singapore, khususnya di AMK Hub, studio teater ada di ruangan berbeda malah beda lantai dengan lobby atau tempat jual tiket dan popcorn. Jadi saya harus melewati koridor kecil. Sebelum masuk koridor kecil ini, ada meja loket tempat si penjaga karcis cek dan robek tiket. Setelah itu, kita dipersilahkan masuk ke area studio teater. Di ujung koridor, ada eskalator. Kami pun naik eskalator dan begitu di atas, sudah keliatan pintu - pintu studionya. Di AMK Hub ada 5 atau 6 Studio. Lucunya, di depan pintu studio teater, tidak ada satupun petugas. Jadi kita masuk sendiri ke Studio yang tertera di karcis. Biasanya, kalau di Jakarta kan ada orang yang berdiri di depan pintu studio. Lebih parah lagi pas kami masuk, studio masih sepi! Asli sepi gak ada orang satupun di dalam studio. Lampu gak nyala, dan gak ada tayangan iklan atau trailer apapun di layar. Bener - bener kosong melompong dan gelap.
Saya : Booo.. kita salah studio gak sih?
Sahabat : Gak lah, kan udah masuk sesuai nomor studio di karcis. Udah lha, duduk aja.
Saya : Gak mau ah. Gila aja, cuma kita berdua doank, tunggu orang lain masuk dulu deh. Atau tunggu ampe jam tayang aja. ( saya pun keluar studio ).
sampai di luar, saya dan sahabat saya malah cekikikan, karena bingung dengan keadaan bioskop yang sepi abiiss.. mungkin karena jam nontonnya bukan di peak hour ya.
Saya : Loe kebayang gak sih?  itu kalau di Running Man atau Anime, udah pke 3 titik [ . . . ], plus gagak lewat ~ kooaakk..kooaakk.. ~ Garing abis lho.
Sahabat saya ampe tertawa ngakak denger komentar saya. Tak lama, seorang kakek masuk. Saya pandang-pandangan dengan sahabat saya. Kami sama - sama berpikir, ini opa - opa kuat gak ya nonton film Zombie? yang biasa thriller dan penuh kaget - kagetan? tapi bukan urusan saya juga sih. Akhirnya kami pun masuk dan duduk sesuai nomor kursi kami.
Movie Ticket

Persis jam 13.40, film dimulai. Tapi masih trailer dan iklan - iklan. Sekitar 10 menit kemudian, diputarlah film Train To Busan. Siapa aja artisnya? silakan cek sendiri di Google. Saya gak mau kasih Spoiler isi cerita dan endingnya, Harus ditonton sendiri baru seru. Yang pasti, film ini pantas dan layak dapat penghargaan di Canes Movie Festival. If i have to make a summary, only one sentence : "The zombie movie only korea can do! "

Selesai nonton, kami keliling mall lagi, sambil killing time menunggu waktu janjian dengan sepupu saya. Kami ketemu toko oleh - oleh yang sedang sale/diskon. Jadi rupanya, berhubung ini toko mau pindah lokasi, mereka terpaksa harus habiskan stock barang di toko mereka, dengan cara kasih diskon. Jadilah saya borong pringles, ferrero roche, cadbury, kitkat, dll. Saking murah banget..! Gak sia - sia kami belanja. Abis belanja, kami pun keliling sebentar, dan langsung menuju tempat janjian dengan sepupu saya.

To be continue..